Jumlah Lansia Akan Meningkat, Indonesia Harus Segera Bersiap



 

Yogyakarta, Semakin majunya sistem pengobatan dan medis menyebabkan angka harapan hidup di Indonesia semakin tinggi. Tahun 2017 nanti, diperkirakan jumlah lansia akan meningkat tajam. Sebab banyak penduduk dewasa yang akan segera memasuki masa lansia. 

"Dengan proyeksi penduduk, kita mengetahui bahwa penduduk lansia usia 55 ke atas jumlahnya akan besar karena kesehatan semakin baik, jadi orang tua semakin banyak," ujar Riwanto Tirtosudarmo, peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Era sebelumnya, banyak penduduk Indonesia yang tidak mencapai usia tua karena tidak mendapat penanganan medis memadai saat terserang sakit. Seiring dengan berkembanganya kualitas penanganan kesehatan, semakin banyak masyarakat Indonesia yang terselamatkan dari penyakit dan dapat mencapai usia senja. 

Banyaknya lansia itu jika tidak ditangani akan mengakibatkan persoalan-persoalan baru. Misalnya, bagaimana jaminan sosial dan fasilitas publik yang tepat bagi lansia. Untuk itu Indonesia perlu menyiapkan suatu mekanisme agar para lansia tetap sehat, produktif, juga bahagia.

Riwanto, dalam seminar bertajuk From Colonozation to Nation State: The Political Demography of Indonesia yang dihelat oleh Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM di UGM Yogyakarta, dan ditulis pada Sabtu (28/12/2013), menuturkan bahwa salah satu solusi menghadapi peningkatan jumlah penduduk lansia adalah dengan membentuk suatu pusat studi lansia. Pusat studi lansia itu berfungsi sebagai sarana untuk mempelajari akibat peningkatan jumlah lansia dan mengkaji solusi atas permasalahan yang timbul.

"Kenapa penting pusat studi itu, karena saya kira itu punya implikasi-implikasi yang besar juga. Misalnya soal jaminan sosial, rumah jompo seperti apa," ungkap Riwanto ketika ditemui detikHealth. 

Riwanto mengungkap dengan adanya pusat studi mengenai lansia, diharapkan akibat atau efek dari pertambahan jumlah lansia dapat dipelajari. Kemudian hasil studi yang ditemukan bisa digunakan oleh pemerintah untuk menentukan kebijakan yang tepat

"Kalau kita mempelajari implikasi itu, maka kita tahu apa yang harus dilakukan," tutur Riwanto.

Solusi yang lain datang dari Prijono Tjiptoherijanto, ketua Ikatan Peminat dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) yang juga merupakan narasumber dalam seminar. Ia menuturkan bahwa saat ini banyak kota di Indonesia yang belum ramah terhadap lansia. Untuk itu perlu adanya pengajuan advokasi untuk lansia kepada pengelola kota.

"Kota-kota kita tidak ramah pada orang tua, terus terang saja," ungkapnya. 

Ia mengambil contoh kotanya, Jakarta, sebagai salah satu kota yang tidak ramah lansia. Menurutnya para lansia akan kesulitan jika ingin menaiki salah satu alat transportasi umum di Jakarta, yakni bus Trans Jakarta. Mereka harus melompati jarak tertentu dan tak jarang mengalami kesulitan. Belum lagi trotoar yang seharusnya digunakan para pejalan kaki malah dipenuhi kendaraan bermotor.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengajuan rencana pada pengelola kota untuk menciptakan suasana kota yang ramah bagi para lansia. Dengan demikian kesejahteraan lansia tetap terjamin.

Sumber : Detik.com
Read more »

Cobalah, Asupan Ini Bisa Mengurangi Tingkat Stres

 
 
Gaya hidup modern yang serba cepat dan cukup sibuk ternyata memiliki dampak yang cukup besar, misalnya saja stres. Meskipun banyak yang tidak menyadari dampaknya, namun stres kerap kali menjadi biang keladi meningkatnya masalah kesehatan. 

Stres yang tidak diinginkan bisa berdampak negatif pada tubuh. Meskipun Anda mungkin mencoba tetap tenang dan terkendali, batin Anda akan terus berpikir tentang isu-isu yang menyebabkan Anda stres. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang mungkin tidak menjadi perhatian saat ini, tetapi dapat mempengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan dalam jangka panjang.

Anda bisa mengalahkan stres asalkan tahu caranya. Beberapa orang mungkin memiliki beberapa cara untuk menghilangkan stres. Ada yang memilih makan, sehingga makannya menjadi tidak terkendali, bahkan menimbulkan penyakit. Anda harus tahu, bahwa memakan semua makanan untuk menyingkirkan stres sama sekali tidak sehat. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat Anda makan untuk mengurangi stres, seperti dikutip dari Boldsky, Sabtu (28/12/2013).

1. Susu

Jika Anda menyukai susu, maka Anda akan lega saat mengetahui bahwa susu dapat membantu mengontrol tingkat stres. Mengandung dosis yang penting yaitu vitamin A dan D, protein, kalsium dan antioksidan, susu dapat mengurangi rasa stres yang timbul dalam diri seseorang. 

2. Cokelat

Makanan yang kaya akan magnesium penting untuk melawan kelelahan, stres dan depresi. Cokelat hitam bekerja secara ajaib untuk mengembalikan kondisi tubuh agar tidak stres. Anda dapat mengkonsumsi satu ons cokelat dalam sehari untuk mengurangi stres

3. Jeruk

Jeruk mengandung antioksidan dan vitamin A, B dan C. Jeruk juga dikenal untuk melawan radikal bebas dan meningkatkan kekebalan. Tambahkan beberapa jeruk untuk diet harian Anda agar tetap santai dan rileks.

4. Almond

Jika Anda menyukai makan sesuatu yang renyah, maka almond bisa menjadi salah makanan untuk melawan stres. Almond dapat membantu tubuh Anda melawan radikal bebas dengan kandungan yang baik dari vitamin C dan E. Selain itu almond juga mengandung zinc dan magnesium yang dapat mengurangi stress.

5. Sereal

Semangkuk sereal dengan susu benar-benar dapat menghilangkan rasa stres yang timbul. Mengandung asam folat dan vitamin B, sereal dapat meningkatkan mood Anda menjadi lebih baik.

Sumber : Detik.com
Read more »

Kakek Ini Pegang Rekor Pasien Cangkok Jantung yang Hidup Paling Lama


Usai menjalani operasi transplantasi organ, penyakit mungkin bisa sembuh. Namun bagaimanapun tubuh masih bisa menolak organ baru yang 'ditanamkan' di dalamnya itu. Tapi lain halnya dengan kakek ini. Ia berhasil memegang rekor sebagai pasien yang hidup dengan jantung cangkokan terlama di dunia.

John McCafferty menerima jantung barunya pada tanggal 20 Oktober 1982 dalam sebuah operasi transplantasi jantung di Harefield Hospital, Middlesex UK yang ditangani langsung oleh ahli bedah jantung terkemuka, Sir Magdi Yacoub.

Pada usia 39 tahun, John didiagnosis mengidap 'dilated cardiomyopathy', salah satu penyebab umum dari gagal jantung. Ini akan mengakibatkan lecet pada dinding jantung, termasuk kerusakan otot jantung sehingga jantung menjadi lemah sekaligus membengkak dan pada akhirnya tak mampu memompa darah secara efisien.

Di saat yang sama John diberi tahu ia mungkin hanya bisa bertahan hidup selama lima tahun saja setelah menjalani operasi cangkok jantung tersebut. Tapi siapa sangka, pria yang kini berusia 71 tahun tersebut malah berhasil bertahan hidup hingga 30 tahun 11 bulan dan 10 hari lamanya dengan jantung cangkokannya itu.

Ia bahkan mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang seorang WN Amerika bernama Tony Huesman karena Tony meninggal dunia di tahun 2009. John pun menerima sertifikat dari Guinness World Record di rumah sakit tempatnya dirawat baru-baru ini.

"Bayangan bahwa saya akan bertahan hidup hingga usia 70-an tak pernah terlintas dalam benak saya. Tapi disinilah saya sekarang," tutur pria asal Newport Pagnell, Bucks UK tersebut.

"Untuk itu saya ingin rekor dunia ini menjadi inspirasi bagi siapa saja yang tengah menunggu donor jantung dan orang-orang yang beruntung mendapatkan transplantasi seperti saya," imbuhnya seperti dikutip dari Telegraph

Apa rahasianya? Ternyata pasca transplantasi, John selalu patuh pada saran dokter dan terus menjaga kebugaran tubuhnya, di antaranya dengan berkeliling Inggris dan Eropa untuk ambil bagian dalam 11 Transplant Games.

"Yang tak kalah penting, saya ingin mempromosikan donasi organ di setiap kesempatan. Karena saya selalu merasa berhutang pada pendonor saya dan kepada keluarga yang tak pernah saya temui. Mereka telah memberi saya kehidupan, dan ini takkan terjadi tanpa pemberian mereka," katanya.

Andre Simon, direktur program transplantasi dari Royal Brampton and Harefield NHS Foundation Trust mengatakan, "Pencapaian John sungguh luar biasa dan menunjukkan apa yang bisa kita peroleh dari transplantasi."

Simon juga sepakat bila prestasi John itu tak dapat dilepaskan dari kombinasi antara tekad pria tua ini untuk senantiasa mengadopsi gaya hidup sehat dan kualitas perawatan kesehatan yang sangat baik di Inggris, meski Simon tak menampik adanya unsur keberuntungan dalam hal ini.

Sumber : Detik.com
Read more »

Rawan Kebutaan, Tapi Masih Banyak Pasien Diabetes yang Tidak Waspada


 
 Penyakit diabetes memiliki banyak komplikasi yang salah satunya adalah kebutaan atau kerusakan penglihatan. Namun, lebih dari setengah pasien diabetes belum mengetahui hal tersebut. Akibatnya mereka menjadi kurang waspada dan tidak mendapat perawatan yang memadai.

Dalam sebuah survei berskala nasional di Amerika, diketahui bahwa hanya 45 persen saja pasien diabetes DME yang telah diberi tahu dokter bahwa diabetes juga dapat mempengaruhi penglihatan. Sisanya mengaku tidak pernah diberi tahu, dan sebanyak 30 persen dari mereka telah benar-benar kehilangan penglihatan. 

DME atau Diabetic Macular Edema dan diabetic retinopathy adalah kasus diabetes di mana pasiennya berisiko mengalami kebutaan. Pada umumnya diabetes akan menyebabkan DME yang mengakibatkan retina menebal dan kemampuannya berkurang. Berkurangnya kinerja retina pada penderita diabetes dikenal dengan istilah diabetic retinopathy. Jika tidak ditangani, DME bisa menyebabkan hilangnya penglihatan secara progresif dan akhirnya kebutaan.

Diungkap oleh Dr. Neil M. Bressler dan rekan-rekannya dalam jurnal JAMA Opthalmology, kebutaan karena diabetes merupakan penyebab utama kebutaan di Amerika. Oleh karena itu sangat penting mendeteksi tanda-tanda DME sejak dini agar lebih mudah ditangani. Demikian dikutip dari Reuters, Sabtu (28/12/2013).

Banyak aparatur kesehatan di Amerika yang telah merekomendasikan pemeriksaan rutin kesehatan mata kepada para penderita diabetes. Fungsinya ialah untuk memonitor tanda-tanda dini masalah penglihatan. Namun, beberapa penderita diabetes tetap tidak mendapatkan pemeriksaan dengan kualitas atau frekuensi yang layak. 

Data survei yang digunakan tim Dr. Bressler tidak hanya berasal dari kuisioner saja, tetapi juga dari pemeriksaan fisik pasien. Dengan pemeriksaan langsung, diharapkan orang-orang yang penglihatannya telah terganggu dapat teridentifikasi meski mereka sendiri tidak menyadari adanya perubahan pada penglihatan mereka. Penelitian yang dipimpin oleh Bressler menyertakan 800 responden yang merupakan penderita diabetes. 

Pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa 238 pasien terkena diabetic retinopathy tanpa DME dan 48 pasien positif DME. Dari total pasien diabetes yang positif DME, sebanyak 60 persen telah melakukan pemeriksaan fisik tahun sebelumnya dan hanya 45 persen saja yang diberi tahu oleh dokter bahwa ada perubahan pada penglihatan mereka.

Sumber : Detik.com
Read more »

Jangan Sepelekan, Ini Manfaat Lakukan Beatbox Untuk Tenggorokan

Para orang tua yang anaknya memiliki hobi untuk melakukan beatboxing rupanya tak perlu khawatir lagi. Sebab salah satu bentuk seni modern ini rupanya bisa memberikan manfaat yang positif bagi kesehatan tenggorokan.

Salah seorang peneliti dari University of Illinois di Chicago, H. Steven Sims, mengungkapkan bahwa beatboxing memberikan 'perlakuan' yang lebih lembut pada pita suara, bahkan lebih lembut daripada menyanyi.

Beatboxing atau beatbox merupakan salah satu bentuk seni yang memfokuskan diri menghasilkan bunyi-bunyi ritmis dan ketukan drum, instrumen musik, maupun tiruan dari bunyi-bunyian lainnya, dengan menggunakan mulut, bibir, lidah, dan suara.

"Sebelumnya hanya sedikit informasi yang diketahui mengenai struktur rongga mulut yang terlibat dalam beatboxing dan apakah beatboxing menimbulkan risiko cedera pada saluran vokal tersebut," ujar Sims, yang merupakan profesor Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), dikutip dari Times of India, Minggu (29/12/2013.

Untuk mencari jawabannya, Sims memeriksa saluran vokal dari empat seniman beatbox pria. Selain itu, ia juga meneliti beatboxer yang terbiasa melakukan kombinasi suara beatbox. Hasilnya, Sims menemukan bahwa beatboxers menggunakan seluruh saluran vokal untuk menghasilkan berbagai suara tersebut, sehingga meminimalkan 'keausan' pada bagian tunggal sistem vokal.

"Beatboxing turut menjaga glotis, yaitu ruang di antara pita suara, tetap terbuka. Ini berarti beatboxing sebenarnya justru melindungi pita suara," tambahnya.

Seluruh sistem vokal digunakan ketika beatboxers membuat irama dan hal ini mencegah mereka mengembangkan jaringan parut yang biasanya muncul pada pita suara penyanyi. Tak hanya itu, bahkan beberapa teknik yang digunakan beatboxers bisa membantu penyanyi mengatasi stres pada pita suara mereka. Misalnya, menggunakan otot untuk memanjangkan saluran vokal bisa membantu penyanyi mencapai nada yang lebih tinggi. 


Sumber : Detik.com
Read more »