Manfaat si pedas cabai keriting

 
Cabai keriting menjadi salah satu bumbu yang paling sering digunakan orang Asia terutama Indonesia. Rasa yang dihasilkan dapat memuaskan lidah orang yang senang menu pedas. Kira-kira, apa saja keuntungan mengkonsumsi cabai bagi tubuh?


Cabai keriting masuk ke dalam jenis capsicum annuum, dan memberikan rasa pedas yang nikmat untuk makanan. Warnanya merah menyala dengan bentuk panjang kurus dan tekstur bergelombang. Biasa digunakan sebagai bumbu untuk berbagai masakan.

Menurut The Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, seperti dimuat dalam Livestrong, cabai berfungsi untuk mengurangi rasa sakit dan dapat mengobati rasa pusing di kepala. Peneliti Asa Hershoff, N. D. menggunakan cabai ini sebagai obat untuk anak-anak obesitas yang tak mau berolahraga.

Livestrong juga memuat penelitian dari The University of Maryland Medical Center, yang menyebutkan jika cabai dapat memicu panas tubuh secara lebih cepat karena karbohidrat dalam tubuh yang dibakar. Efeknya, sehabis makan tubuh terasa gerah dan berkeringat

Cabai mengandung dua jenis vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh, yaitu vitamin A dan C. Vitamin A mampu menjaga daya tahan tubuh, sekaligus baik untuk memelihara kesehatan indera pengelihatan. Sementara antioksidan dalam vitamin C membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
            
Cabai juga punya khasiat lain, di antaranya dapat memicu gairah seks karena meningkatkan sistem saraf dan memicu gairah seksual meningkat. Hal tersebut dikemukakan oleh Christina Pirello dalam Huffingtonpost. "Cabai merah ampuh 'memanaskan' sesuatu, karena endorphin yang dihasilkan sangat-sangat bagus untuk seks," ujarnya (badegos ronggas).

sumber: detik.com

Read more »

Biography Kehidupan



Di lahirkan 20 oktober 1990, menandakan umur sudah menginjak ke-22 tentunya sudah tidak muda lagi dibandingkan dengan teman-teman seangkatan yang ber umur 20an, tetapi umur hanyalah sebuang angka. Pada saat itu lahirlah buah cinta dari ayah saya yang sedang mengejar gelar S2 di universitas Malaysia dan ibuku yang diberi nama Muhammad Imal Putra. Nama Imal sendiri itu singkatan dari Malaysia-Indonesia, saya memang lahir di negeri tetangga Malaysia tepatnya di rumah sakit di kota Selangor. Dulu saat masih polos saya boleh merasa bangga sebagai anak kelahiran Malaysia, tapi saat ini? Rasanya tidak , karena sejarah antara 2 negara Indonesia-Malaysia sendiri tidak terlalu baik. Semasa TK di negeri seberang saya bisa dibilang pemberani, kenapa? Jarak antar TK dan Rumah sekitar ±1Km pada suatu hari saya memukul sahabat saya disana karena memanggil saya dengan sebutan indon. Ayah saya pernah mengatakan apabila ada yang memanggil  dengan sebutan indon saya harus memukul anak itu, maka saya pukulah sahabat saya tersebut, hingga akhirnya sahabat saya yang biasanya selalu mengantar pulang ke rumah mengacuhkan saya, akibatnya perjalanan pulang ditempuh dengan jalan kaki menyusuri jalan yang untungnya jalan tersebut sepi kendaraan karena tepat berada di kawasan universitas Malaysia.   

Tepat setelah lulus kelas 1 SD akhirnya kami sekeluarga berencana untuk pulang kembali ke tanah air Indonesia karena ayah saya sudah berhasi mendapatkan gelar S2nya. Setiba ditanah air kami dijemput oleh kakek dan nenek saya yang sudah menunggu di bandara soekarno-hatta untuk terus meluncur langusng ke kampong halaman di bandung. Setiba di bandung saya berencana untuk melanjutkan pendidikan ke kelas 2 terhambat, ternyata perbedaan kurikulum di Malaysia yang memulai tahun ajaran baru pada bulan januari sedangkan Indonesia pada bulan juli. Alhasil terpaksa libur lumayan panjang seperti liburnya mahasiswa saat naik tinggat. Memulai karir pendidikan dikelas 1 hingga kelas 2 SD di bandung saya pun kembali pindah sekolah ke SD di Jakarta Hingga kelas 4 SD, kali ini bersekolah di salah salah satu sekolah favorit pada masa itu dan dekat dengan kantor ibu saya yg bekerja di BPOM. Karena kedua orang tua saya bekerja, maka saya sering ditinggal sendiri di rumah hingga malam hari. Mungkin inilah yang membuat saya menjadi anak yang lumayan pemberani. Kami pun akhirnya kembali merantau ke daerah bekasi tepatnya cibitung. Akhirnya inilah tempat terakhir perantauan saya selama bersekolah di tingat SD dari kelas 4 hingga lulus. Jika dihitung selama SD saya sudah 4 kali pindah sekolah.

SMPN 1 Tambun, salah satu smp favorit di daerah saya. Tidak seperti pada masa-masa SD saya bersekolah di sini hingga lulus. Tidak seperti di SD , pada saat SMP tidak aad kejadian yang terlalu menarik melainkan kali ini saya agak menjadi nakal, ternyata memang benar factor lingkungan mempengaruhi kepribadian, mungkin pada saat SD sifat pemberani saya lebih cenderung kea rah yang positif kali ini lebih ke negative, seperti tawuran, merokok dll. Akhirnya tibalah saat kelulusan SMP untuk naik jenjang ke SMA. Akibat kurang seriusnya belajar saat tes masuk SMA hasilnya saya pun gagal lolos.
Akhirnya saya memlih untuk mendaftar di SMA swasta islam yang cukup elite, karena biaya masuk dan biaya SPPnya lumayan mahal. Menjelang MOS saya kaget melihat seseorang yang tampak familiar wajahnya, ternyata orang tersebut adalah siswa SMP 2 Tambun yang pernah saya ajak berantem hanya gara-gara rebutan computer di warnet, mengingat masa-masa SMP begitu labilnya saya. Setelah berkenalan saya pun menjadi akrab dengan dia dan berteman baik. Mengingat lingkungan yang sangat baik, akhirnya sifat nakal saya pun berangsur-angsur hilang. Tawuran, merokok dll pun menjadi ingatan masa lalu. Waktu terus berlalu akhirnya tiba pula kenaikan ke kelas 2 sekaligus penjurusan. Sebelum memlih jurusan IPA/IPS sekolah mengadakan test IQ dan psikotest sebagai salah penentu jurusan yang akan ditempuh dikelas 2 dan 3. Hasil tes keluar ternyata sesuai harapan, saya masuk kelas IPA sesuai harapan saya. Tak terasa kelas 2 sudah hampir bearkhir dan saya pun naik kelas ke kelas 3. Pada saat itu ada kejadiaan unik, kami siswa laki-laki sekelas patungan sekitar 50rb per orang untuk tune-up salah satu motor lawas saya. Dengan biaya tune-up hamper 2jt, terkumpulah sekitar 700rb dan saya membayar sisanya. Setelah selesai. Ternyata anak IPS pun tidak kalah mereka pun me tune-up salah motor siswanya. Tiba akhirnya tanggal yang ditentukan untuk lomba drag racing, dengan taruhan sekitar 100rb mewakili tiap kelas yang memang pada angkatan kami hanya terdapat 1 kelas IPA dan 1 IPS. Motor dinyalakan, bendera pun dikibarkan. Tak di sangka motor saya keluaran tahun 89 yang lebih tua dari pada saya dapat menang telak (istilah kampungnya sekebon) dengan motor keluaran Baru yang sudah di tune-up. Akibatnya terjadi perang dingin antara IPA dan IPS tetapi tidak berangsung lama.

Akhirnya tiba masa genting bagi seluruh anak SMA kelas 3 yaitu tes Penerimaan MAhasiswa Baru. Ada 3 unviersitas yang coba saya jajal saat itu UI, ITB, Telkom dan Budi Luhur sebagai alternatik terakhir. 1x tes di UI gagal, 2x tes di ITB gagal, akhirnya saya coba tes di ITT Telkom. Ternayata saya gagal 2x . penasaran, saya coba tes di Telkom untuk gelombang terakhir ternyata saya di terima. Kembali pulang kampung ke bandung saya pun mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kampus sperti biasa. Mungkin sudah ditakdirkan oleh Tuhan pertama sepatu saya mendadak hilang dan akhirnya kendaraan motor yang menemani saya ke kampus di gondol maling saat sedang berada di warnet. Shock, karena memang kejadian pertama bagi saya, saya pun hamper bulak balik ke kantor polisi untuk mengurus surat kantor polisi yang akhirnya kuliah terbengkalai. Jarak kampus ke rumah yang memang tidak terlalu jauh apabila di tempuh lewat motor, tetapi dengan angkot dapat memakan waktu hingga 3x lipat lebih lama dan 3x naik angkot plus ojek, menghilang semangat untuk melanjutkan kuliah di kampus tersebut.

1 tahun tertinggal akhirnya, saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di gunadarma dari awal. Hingga semester 2 saya jalani  dengan cukup berat, bukan berat akibat materi kuliah tetapi karena Kurangnya motivasi untuk belajar. Akhirnya dimulai dari semester 3 saya tekadkan motivasi saya untuk belajar. Seperti kata pepatah bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian, sayapun mendapatkan hasil nilai semester 3 dan 4 dengan hasil yang sangat baik. Hingga sekarang tanpa terasa sudah semester 5 dengan motivasi belajar yang lebih menggebu-gebu tentunya.  ( Badegos Ronggas ) 
Read more »

PRINSIP USABILITY



1.dibawah ini termasuk jenis fungsi memory dalam prinsip usabilit, kecuali?
a.memory sensor
b.LTM
c.STM
d.MTM

2.dibawah ini termasuk memori sensor,kecuali?
a.echoic
b.iconic
c.haptic
d.feedback

3.terdapat 3 jenis kinesthesis, kecuali?
a.Rapidly adapting
b.Slowly adapting
c.Positional receptor
d.Rapidly receptor

4.kulit memiliki 3 jenis sensor penerima,kecuali?
a.Thermoceptor
b.Nociceptor
c.Mechanoceptor
d.Multiceptor

5.berikut ini merupakan ciri-ciri human abilities yang baik, kecuali?
a.Kemampuan memahami tinggi
b.Mekanisme konsentrasi powerful
c.Pengenalan pola pikir powerful
d.Durasi STM terbatas

jawaban
1.d
2.d
3.d
4.d
5.d
Read more »

PERT (Program Evalution Review Technique)

PERT adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian pekerjaan yang ada didalam suatu proyek. PERT yang memiliki kepanjangan Program Evalution Review Technique adalah suatu metodologi yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1950 untuk mengatur program misil. Sedangkan terdapat metodologi yang sama pada waktu bersamaan yang dikembangkan oleh sektor swasta yang dinamakan CPM atau Critical Path Method.

Metodologi PERT divisualisasikan dengan suatu grafik atau bagan yang melambangkan ilustrasi dari sebuah proyek. Diagram jaringan ini terdiri dari beberapa titik (nodes) yang merepresentasikan kejadian (event) atau suatu titik tempuh (milestone). Titik-titik tersebut dihubungkan oleh suatu vektor (garis yang memiliki arah) yang merepresentasikan suatu pekerjaan (task) dalam sebuah proyek. Arah dari vektor atau garis menunjukan suatu urutan pekerjaan.

Gambar 1. Analogi diagram PERT

Dari gambar 1 dapat diamati bahwa setiap arah panah akan menunjukan suatu urutan pengerjaan. Seperti pekerjaan 1 dilakukan terlebih dahulu (start), kemudian bisa dilanjutkan oleh pekerjaan 2, 3, 4, setelah itu pekerjaan 5,6. Titik 7 adalah titik finish dimana pekerjaan terakhir dilakukan dan merupakan akhir dari sebuah proyek. Selain menunjukkan suatu urutan pengerjaan diagram PERT juga menunjukan suatu keterikatan antar pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan. Keterikatan itu dapat dilihat dengan contoh pekerjaan 2, 3, 4 hanya dapat dilakukan jika pekerjaan 1 sudah selesai dilakukan.

Sebuah pekerjaan yang dapat dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lain disebut juga sebagai pekerjaan pararel (pararel task atau concurrent task). Selain itu terdapat juga sebuah aktivitas yang diwakili oleh garis putus-putus yang disebut dengan dummy activities. Dari sebuah diagram PERT dapat digunakan untuk mengetahui suatu urutan aktivitas kritis atau aktivitas yang harus dilakukan sebagai prioritas utama (critical path), penjadwalan dengan aktivitas lain, dan jumlah pekerja yang dibutuhkan.


Kesimpulan
Denggan menggunakan metode PERT dalam pengerjaan proyek. maka, pengerjaan proyek dalam jadwal dan  pelaksanaannya akan menjadi terusun dan teroganisir, sehingga dapat memimalisir implikasi yang terjadi apabila terjadi keterlambatan dalam pengerjaan suatu pekerjaan proyek.



referensi
http://www.netmba.com/operations/project/pert/
http://en.wikipedia.org/wiki/PERT

Read more »

WBS (Work Breakdown Structure) dan Critical Path Method (CPM)

WBS (Work Breakdown Structure)

WBS adalah suatu metode pengorganisaian proyek menjadi struktur pelaporan hierarakis. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail.hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik.

WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluuuh dokumen proyek yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian dengan mengikuti pola struktur dan hirarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukup terperinci, yang disebut sebagai Wok Breakdown Structure.

Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan), alasan perlunya WBS adalah :
  1. Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.
  2. WBS membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan.
WBS merupakan elemen penting, karena memberikan kerangka yang membantu, antara lain dalam :
1. Penggambaran program sebagai ringkasan dari bagian-bagian yang kecil.
2. Pembuatan perencanaan
3. Pembuatan network dan perencanaan pengawasan.
4. Pembagian tanggung jawab.
5. Penggunaan WBS ini memungkinkan bagian-bagian proyek terdefinisi dengan jelas.
Adapun 3 manfaat utama WBS dalam proses perencanaan dan pengendalian proyak sebagai berikut :
  1. Analisa WBS yang melibatkan manajer fungsional dan personel yang lain dapat membantu meningkatkan akurasi dan kelangkapan pendefinisian proyek.
  2. Menjadi dasar anggaran dan penjadwalan.
  3. Menjadi alat control pelaksanaan proyek, karena panyyimpanan biaya dan jadwal paket kerja tertentu dapat dibandingkan dengan WBS.

Critical Path Method (CPM)

     CPM merupakan suatu metode dalam mengidentifikasi jalur atau item pekerjaan yang kritis. Untuk membuatnya dapat secara manual matematis. Cukup rumit apalagi item pekerjaan yang banyak dan kompleks. Namun saat ini banyak software yang menyediakan fasilitas untuk mendapatkan CPM.
     CPM merupakan produk turunan dari Bar Chart. Pada kenyataannya banyak pelaku proyek (Kontraktor, Pengawas, dan Owner) belum familiar dengan alat yang satu ini kecuali untuk yang sudah memiliki pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang memadai. Namun jumlahnya masih belum seberapa.
     Penggunaan CPM baru sebatas syarat yang harus diajukan oleh kontraktor dalam lelang. Setelah itu dalam pelaksanaannya, hampir tidak pernah dipakai. Seharusnya CPM yang dibuat pada saat tender, menjadi baseline dalam monitoring pelaksanaan proyek.
Read more »