PRINSIP USABILITY



1.dibawah ini termasuk jenis fungsi memory dalam prinsip usabilit, kecuali?
a.memory sensor
b.LTM
c.STM
d.MTM

2.dibawah ini termasuk memori sensor,kecuali?
a.echoic
b.iconic
c.haptic
d.feedback

3.terdapat 3 jenis kinesthesis, kecuali?
a.Rapidly adapting
b.Slowly adapting
c.Positional receptor
d.Rapidly receptor

4.kulit memiliki 3 jenis sensor penerima,kecuali?
a.Thermoceptor
b.Nociceptor
c.Mechanoceptor
d.Multiceptor

5.berikut ini merupakan ciri-ciri human abilities yang baik, kecuali?
a.Kemampuan memahami tinggi
b.Mekanisme konsentrasi powerful
c.Pengenalan pola pikir powerful
d.Durasi STM terbatas

jawaban
1.d
2.d
3.d
4.d
5.d
Read more »

PERT (Program Evalution Review Technique)

PERT adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian pekerjaan yang ada didalam suatu proyek. PERT yang memiliki kepanjangan Program Evalution Review Technique adalah suatu metodologi yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1950 untuk mengatur program misil. Sedangkan terdapat metodologi yang sama pada waktu bersamaan yang dikembangkan oleh sektor swasta yang dinamakan CPM atau Critical Path Method.

Metodologi PERT divisualisasikan dengan suatu grafik atau bagan yang melambangkan ilustrasi dari sebuah proyek. Diagram jaringan ini terdiri dari beberapa titik (nodes) yang merepresentasikan kejadian (event) atau suatu titik tempuh (milestone). Titik-titik tersebut dihubungkan oleh suatu vektor (garis yang memiliki arah) yang merepresentasikan suatu pekerjaan (task) dalam sebuah proyek. Arah dari vektor atau garis menunjukan suatu urutan pekerjaan.

Gambar 1. Analogi diagram PERT

Dari gambar 1 dapat diamati bahwa setiap arah panah akan menunjukan suatu urutan pengerjaan. Seperti pekerjaan 1 dilakukan terlebih dahulu (start), kemudian bisa dilanjutkan oleh pekerjaan 2, 3, 4, setelah itu pekerjaan 5,6. Titik 7 adalah titik finish dimana pekerjaan terakhir dilakukan dan merupakan akhir dari sebuah proyek. Selain menunjukkan suatu urutan pengerjaan diagram PERT juga menunjukan suatu keterikatan antar pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan. Keterikatan itu dapat dilihat dengan contoh pekerjaan 2, 3, 4 hanya dapat dilakukan jika pekerjaan 1 sudah selesai dilakukan.

Sebuah pekerjaan yang dapat dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lain disebut juga sebagai pekerjaan pararel (pararel task atau concurrent task). Selain itu terdapat juga sebuah aktivitas yang diwakili oleh garis putus-putus yang disebut dengan dummy activities. Dari sebuah diagram PERT dapat digunakan untuk mengetahui suatu urutan aktivitas kritis atau aktivitas yang harus dilakukan sebagai prioritas utama (critical path), penjadwalan dengan aktivitas lain, dan jumlah pekerja yang dibutuhkan.


Kesimpulan
Denggan menggunakan metode PERT dalam pengerjaan proyek. maka, pengerjaan proyek dalam jadwal dan  pelaksanaannya akan menjadi terusun dan teroganisir, sehingga dapat memimalisir implikasi yang terjadi apabila terjadi keterlambatan dalam pengerjaan suatu pekerjaan proyek.



referensi
http://www.netmba.com/operations/project/pert/
http://en.wikipedia.org/wiki/PERT

Read more »

WBS (Work Breakdown Structure) dan Critical Path Method (CPM)

WBS (Work Breakdown Structure)

WBS adalah suatu metode pengorganisaian proyek menjadi struktur pelaporan hierarakis. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail.hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik.

WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluuuh dokumen proyek yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian dengan mengikuti pola struktur dan hirarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukup terperinci, yang disebut sebagai Wok Breakdown Structure.

Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan), alasan perlunya WBS adalah :
  1. Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.
  2. WBS membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan.
WBS merupakan elemen penting, karena memberikan kerangka yang membantu, antara lain dalam :
1. Penggambaran program sebagai ringkasan dari bagian-bagian yang kecil.
2. Pembuatan perencanaan
3. Pembuatan network dan perencanaan pengawasan.
4. Pembagian tanggung jawab.
5. Penggunaan WBS ini memungkinkan bagian-bagian proyek terdefinisi dengan jelas.
Adapun 3 manfaat utama WBS dalam proses perencanaan dan pengendalian proyak sebagai berikut :
  1. Analisa WBS yang melibatkan manajer fungsional dan personel yang lain dapat membantu meningkatkan akurasi dan kelangkapan pendefinisian proyek.
  2. Menjadi dasar anggaran dan penjadwalan.
  3. Menjadi alat control pelaksanaan proyek, karena panyyimpanan biaya dan jadwal paket kerja tertentu dapat dibandingkan dengan WBS.

Critical Path Method (CPM)

     CPM merupakan suatu metode dalam mengidentifikasi jalur atau item pekerjaan yang kritis. Untuk membuatnya dapat secara manual matematis. Cukup rumit apalagi item pekerjaan yang banyak dan kompleks. Namun saat ini banyak software yang menyediakan fasilitas untuk mendapatkan CPM.
     CPM merupakan produk turunan dari Bar Chart. Pada kenyataannya banyak pelaku proyek (Kontraktor, Pengawas, dan Owner) belum familiar dengan alat yang satu ini kecuali untuk yang sudah memiliki pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang memadai. Namun jumlahnya masih belum seberapa.
     Penggunaan CPM baru sebatas syarat yang harus diajukan oleh kontraktor dalam lelang. Setelah itu dalam pelaksanaannya, hampir tidak pernah dipakai. Seharusnya CPM yang dibuat pada saat tender, menjadi baseline dalam monitoring pelaksanaan proyek.
Read more »

Management Proyek dan Resikonya

Manajemen proyek suatu  pengorganisasian, dan mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam manajemen proyek biasanya hanya bersifat sementara dan di batasi oleh tempat, waktu, dan anggaran.


secara tradisional, proyek dapat di bedakan menjadi lima komponen yaitu:
  • inisiasi
  • perencanaan dan desain
  • pelaksanaan dan konstruksi
  • pemantauan dan sistem pengendalian
  • selesai.

Management Resiko adalah identifikasi atau penilaian, dan melihat prioritas risiko yang akan terjadi  yang berfungsi untuk meminimalkan minghindari gagalnya sebuah proyek. Risiko sendiri dapat berasal dari berbagai macam aspek, seperti  kecelakaan, penyebab alam dan bencanan dan sebagainya

Manajemen risiko harus:
  • menciptakan nilai
  • menjadi bagian integral dari proses organisasi
  • menjadi bagian dari pengambilan keputusan
  • eksplisit mengatasi ketidakpastian dan asumsi
  • menjadi sistematis dan terstruktur
  • didasarkan pada informasi terbaik yang tersedia
  • akan tailorable
  • mempertimbangkan faktor-faktor manusia
  • transparan dan inklusif
  • bersifat dinamis, iteratif dan responsif terhadap perubahan
  • mampu perbaikan berkelanjutan dan peningkatan
Proses manajemen risiko terdiri dari 3 langkah sebagai berikut:


-Menetapkan konteks
 
Menetapkan konteks melibatkan:
  1. Identifikasi risiko dalam domain yang dipilih bunga
  2. Perencanaan sisa proses.
  3. Pemetaan berikut:
    • lingkup sosial manajemen risiko
    • identitas dan tujuan dari para pemangku kepentingan
    • dasar di mana risiko akan dievaluasi, kendala.
  4. Mendefinisikan kerangka kerja untuk aktivitas dan agenda untuk identifikasi.
  5. Mengembangkan analisis risiko yang terlibat dalam proses.
  6. Mitigasi atau Solusi risiko menggunakan teknologi yang tersedia, sumber daya manusia dan organisasi.
-Identifikasi
-Penilaian
Read more »

Pertaentangan sosial dan ntegrasi masyarakat

Masyarakat Pertentangan dan Ketegangan Dalam Masyarakat


Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu :
  1. terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.
  2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.
  3. Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan :
a. pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk adanya pertentangan, ketidakpastian atau emosi dan dorongan yang antagonistic dalam diri seseorang.
b. pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan, nilai-nilai dan norma, motivasi untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
c.pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai dan norma-norma dimana kelompok yang bersangkutan berada

Golongan-golongan yang Berbeda dan Integrasi Sosial

a. Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Aspek-aspek dari kemasyarakatan :
1.Suku bangsa dan kebudayaannya.
2. Agama
3. Bahasa
4. Nasional Indonesia.
b. Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1. Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
2. Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3. Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
4. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan
c. Integrasi Sosial 
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma

Menjelaskan Tentang Integrasi Nasional

merupakan masalah yang dialami semua negara didunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya.

1. Di bawah ini beberapa permasalahan integrasi nasional :
    - Perbedaan Ideologi
    - Kondisi masyarakat yang majemuk
    - Masalah teritorial daerah yang berjarak cukup jauh
    - Pertumbuhan partai politik

2. Upaya Pendekatan
    - Mempertebal keyakinan seluruh warga negara terhadap ideologi nasional
    - Membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis.
    - Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional
    - Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis pribumi

Read more »